Senin, 17 Februari 2014

Pengumuman KKN Tahun 2014



 PENGUMUMAN
Nomor : Un.04/LI/PP.00.9/71/2014

Pemberitahuan Peserta Kuliah Kerja Nyata Angkatan XXXVIII Tahun 2014


Pekanbaru, 10 Februari 2014

Kepada Yth:
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
di lingkungan UIN Suska Riau

Asssalamualaikum Wr. Wb.
Dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Angkatan XXXVIII Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Tahun 2014 dan untuk kelancaran pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata dimaksud, kami mohon Saudara dapat mengirimkan nama-nama mahasiswa dengan ketentuan sebagai berikut :
  1. Mahasiswa aktif minimal semester VI dan telah menyelesaikan 100 SKS.
  2. Fakultas diharapkan dapat mendaftarkan/menyampaikan peserta calon KKN ke Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat LP2M UIN Suska Riau paling lambat tanggal 28 Februari 2014.
  3. Bagi Mahasiswa yang akan mengikuti KKN agar mengisi rekening tabungan sebanyak Rp300.000, ditambah Rp50.000 untuk saldo rekening tabungan paling lambat tanggal 31 Maret 2014.
  4. Bagi Mahasiswa yang gagal autodebet biaya KKN dinyatakan tidak dapat mengikuti Kegiatan KKN tahun 2014.
  5. Peserta KKN didaftarkan secara kolektif oleh fakultas ke LP2M, setelah memenuhi syarat yang ditentukan di atas, dengan mengirim soft dan hard copy ke Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat LP2M UIN Suska Riau atau soft dapat dikirim melalui email: lp2muinsuska@yahoo.com
  6. Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata baik gelombang I maupun gelombang II akan diatur sesuai dengan kalender akademik UIN Suska Riau Tahun 2014.
  7. Untuk mempermudah proses verifikasi calon peserta KKN di fakultas, bersama ini kami lampirkan contoh blangko data calon peserta KKN. *)
Demikian disampaikan atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.

Mengetahui
Ketua,



Drs. Husni Thamrin, M.Si.
NIP. 19690806199402100

*) Contoh blangko data calon peserta KKN, silakan klik di sini


Rabu, 05 Februari 2014

Cek Pembayaran Uang Kuliah



Silakan Cek data pembayaran Uang Kuliah anda
Silahkan masukkan NIM tanpa tanda spasi
Jika Anda sudah merasa melakukan pembayaran Uang Kuliah, tetapi dalam pengecekan masih belum diterima, silahkan hub bagian akademik rektorat.

Link Cek Pembayaran Uang Kuliah Klik di sini



Selasa, 04 Februari 2014

Pengumuman Pembayaran SPP Semester Genap T.A 2013/2014


PENGUMUMAN
Nomor : Un. 04/R/KU.00.1/3683/2013
Tentang
PEMBAYARAN SPP, PRAKTIKUM/OPF, P3B, dan
HER-REGISTRASI
MAHASISWA LAMA D-3 dan S-1 UIN SUSKA RIAU
SEMESTER GENAP T.A. 2013-2014


Rektor UIN Sultan Syarif Kasim Riau dengan ini mengumumkan kepada seluruh mahasiswa D-3, S-1 UIN Suska Riau  sebagai berikut :       

1. Masa pembayaran SPP, Praktikum/OPF,  dan P3B(Bahasa)  untuk Semester Genap  T.A. 2013-2014 di mulai tanggal 1 Februari 2014 s.d. 14 Februari 2014.

2. Pembayaran SPP, Praktikum/OPF, POTMA dan P3B (Bahasa)  Semester Genap T.A. 2013-2014 dilaksanakan melalui sistem Host to Host (setor tunai atau melalui ATM) ke Bank yang telah di tentukan oleh universitas dengan menyebutkan atau menuliskan NIM masing-masing, sehingga tidak diperlukan lagi nomor rekening.

3.   Pembagian Bank sebagai berikut :
  • Bagi mahasiswa nasabah PT. Bank BNI Syariah, pembayaran SPP secara setor tunai bisa dilakukan di seluruh teller PT. Bank BNI Syariah se Indonesia. (belum bisa melalui ATM)
 Untuk kota pekanbaru, pembayaran bisa dilakukan di cabang :
  1. PT. Bank BNI Syariah Sudirman, Jln. Sudirman Depan Gramedia
  2. PT. Bank BNI Syariah Panam, (sekitar lampu merah Tabek Gadang)
  3. PT. Bank BNI Syariah UIN Suska Riau, Fakultas Pertanian dan Peternakan.
  • Bagi mahasiswa nasabah PT. Bank  BRI Syariah, pembayaran SPP dilakukan secara :
 1.    Setor Tunai
        Setor tunai bisa dilakukan di seluruh teller PT. Bank  BRI Syariah se Indonesia,
  • Untuk kota pekanbaru, pembayaran melalui setor tunai bisa dilakukan di cabang :
  1. PT. Bank BRI Syariah , Jln. Nangka atau Tuanku Tambusai (Depan Global Bangunan).
  2. PT. Bank BRI Syariah UIN Suska Riau, Gedung PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa).
   2.    ATM
Pembayaran SPP melalui Mesin ATM BRI Syariah bisa dilakukan di seluruh mesin ATM BRI Syariah se Indonesia,
  • Untuk kota Pekanbaru, mesin ATM BRI Syariah terletak di:
a) Gedung PUSKOM UIN Suska Riau
b) Gedung PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa) UIN Suska Riau
c)  Kantor kas BRI Syariah Jl. Tuanku Tambusai/Nangka
d)  Mall Pekanbaru
e)  Giant Nangka
f)   Giant Panam
   3.    MOBILE BRIS
   4.    Mesin EDC


  •  Bagi mahasiswa Angkatan  2007, 2008, 2009,  pembayaran SPP Semester Genap t.a. 2013-2014 di PT. Bank Syariah Mandiri (BSM), pembayaran SPP dilakukan secara :
1.  Setor Tunai
             Setor tunai bisa dilakukan di seluruh teller PT. Bank Syariah Mandiri se Indonesia,
  •  Untuk kota pekanbaru, pembayaran bisa dilakukan di cabang :
  1. PT. Bank Syariah Mandiri Pekanbaru,  Jl. Jend. Sudirman, Pekanbaru
  2. PT. Bank Syariah Mandiri Harapan Raya, Jl. Imam Munandar, Pekanbaru
  3. PT. Bank Syariah Mandiri KCP Pekanbaru Sudirman, Jl. Jend. Sudirman Pekanbaru
  4. PT. Bank Syariah Mandiri PP. Pengadilan Agama Pekanbaru, Jl. Rawa Indah No. 1, Arifin Ahmad , Pekanbaru
  5. PT. Bank Syariah Mandiri PP. Pekanbaru UIR, Fakultas Ekonomi - Universitas Islam Riau Jl. Kaharudin Nasution,  Pekanbaru
  6.  PT. Bank Syariah Mandiri Pekanbaru Nangka, Jl. Tuanku Tambusai/Nangka, Pekanbaru
  7. PT. Bank Syariah Mandiri KK RUMBAI, Jl. Sekolah Rumbai, Pekanbaru
  8. PT. Bank Syariah Mandiri Pekanbaru Panam, Jl. HR. Subrantas (Depan Ponpes Babussalam), Pekanbaru
  9.  PT. Bank Syariah Mandiri  KCP Pekanbaru Riau, Jl. Riau, Pekanbaru.
2.     ATM
Di seluruh Mesin ATM bersama dan PRIMA di Indonesia.

4. Bagi mahasiswa NIM 013xxxxxxxx dan 113xxxxxxxx hanya membayar SPP dan Praktikum/OPF saja.

5. Bagi mahasiswa yang Alpa Studi pada semester sebelumnya harus melakukan hal sebagai berikut :
  1. Melapor ke Bagian Akademik Universitas (PIC. PURWANTO) di gedung Rektorat lantai 1.  Atau menghubungi ke nomor telp (0761) 588961 dan no HP 0853 5500 3687 selama hari kerja dan jam kerja.
  2. Membayar sejumlah kewajiban SPP, Praktikum/OPF Semester Genap ditambah dengan kewajiban  SPP dan Praktikum/OPF Semester yang dinyatakan Alpa Studi.
  • Misalnya  : Alpa Studi Semester III (pada Semester Ganjil T.A.. 2013-2014) untuk bisa aktif dan dapat KRS di Semester IV(Semester Genap ) maka harus membayar: Kewajiban Semester 3 (Ganjil) + Kewajiban Semester 4 (Genap)

6. Pengecekan hasil sukses pembayaran SPP dapat dilihat melalui: http://akademik.uin-suska.ac.id


7. Mahasiswa yang belum membayar sampai tanggal 14 Februari 2014, diberikan kesempatan membayar untuk keterlambatan 1 minggu pertama dengan dikenakan biaya denda 10% dari SPP,  pembayaran dilakukan pada tanggal 17 s.d. 21 Februari 2014.


8. Mahasiswa yang belum membayar SPP sampai tanggal 21 Februari 2014, diberikan kesempatan untuk membayar keterlambatan dengan dikenakan biaya denda 20% dari SPP,  pembayaran dilakukan pada tanggal 24 s.d. 28 Februari 2014.


9. Bagi Mahasiswa yang tidak melakukan pembayaran SPP sampai pada tanggal 28 Februari 2014 dinyatakan sebagai Mahasiswa ALPA STUDI, dan tidak berhak mendapatkan pelayanan akademik pada Semester Genap T.A. 2013-2014.


10. Mahasiswa semester IV s.d. semester XII yang belum lulus dan akan mengambil P3B(bahasa) harus mendaftarkan pengambilan bahasa ke Bagian Akademik (Bpk. Purwanto) sebelum membayar SPP.  Bagi mahasiswa yang telah melakukan pembayaran SPP tidak bisa lagi mendaftar pembayaran Bahasa, karena pembayaran bahasa berada pada satu kwitansi pembayaran yang sama dengan pembayaran  SPP.


11. Bagi mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi/tugas akhir dan belum mendapatkan SKL (Surat Keterangan Lulus) sampai pada hari Kamis tanggal 13 Februari 2014, wajib membayar SPP, Praktikum/OPF Semester Genap T.A. 2013-2014 pada tanggal terakhir pembayaran SPP yaitu hari Jumat tanggal 14 Februari 2014.


12. Mahasiswa semester akhir Diploma (NIM 010XXXXXXXX) atau  S-1 (NIM 107XXXXXXXX) harus sudah mendapatkan SKL (Surat Keterangan Lulus) paling lambat tanggal  11 Juli 2014, bagi mahasiswa yang tidak bisa lulus sampai tanggal tersebut dinyatakan sebagai Mahasiswa Droup Out atau berakhir masa studi.


13. Bagi mahasiswa yang akan mengambil masa langkau pada Semester Genap  T.A. 2013-2014 harus memasukkan surat permohonan masa langkau dari fakultas ke Rektor UIN Suska Riau c.q. Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan paling lambat tanggal  30 Januari 2014.


14. SEGERA LAKUKAN PEMBAYARAN UNTUK MENGHINDARI ANTRIAN PANJANG PADA AKHIR MASA PEMBAYARAN.


15. Informasi lengkap lihat di http://akademik.uin-suska.ac.id



Demikianlah pengumuman ini dibuat untuk dilaksanakan.




Rektor                            




Prof. Dr. H. M. Nazir
NIP 19531121 198003 1 007

Senin, 13 Januari 2014

Evaluasi Pembelajaran


BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Evaluasi Pembelajaran

Secara terminologi evaluasi pendidikan adalah proses kegiatan untuk menentukan kemajuan pendidikan, dibandingkan dengan tujuan yang telah ditentukan.dan usaha untuk mencari umpan balik bagi penyempurnaan pendidikan. Apapun juga media yang anda buat , apakah kaset, audio film, bingkai, video, ataupun  gambar, perlu dinilai terlebih dahulu sebelum dipakia secara luas. Evaluasi media pembelajaran adalah suatu proses atau kegiatan untuk mengetahui apakah media yang digunakan dalam proses belajar- mengajar tersebut dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan atau tidak.  Mengevaluasi penggunaan media berarti mengkonfrontortir kembali antara fungsi dan prinsip dengan hasil yang dicapai dalam pembelajaran.

Adapun tujuan dari evaluasi media pembelajaran itu sendiri adalah:
  1. Menentukan apakah media pembelajaran itu efektif
  2. Menentukan apakah media pembelajaran itu dapat diperbaiki atau ditingkatkan
  3. Menetapkan apakah media itu cost-efektif dilihat dari hasil belajar siswa
  4. Memilih media pembelaran yang sesuai untuk dipergunakan dalam proses belajar didalam kelas
  5. Menentukan apakah isi pelajaran sudah tepat disajikan dengan media itu
  6. Menilai kemampuan guru menggunakan media pembelajaran
  7. Mengetahui apakah media pembelajaran itu benar-benar memberi sumbangan terhadap hasil belajar seperti yang dinyatakan
  8. Mengetahui sikap siswa terhadap media pembelajaran.

Dalam melakukan evaluasi terhadap media pembelajaran, aspek psikologis perlu dipertibangkan. Sebab aspek psikologis inilah yang membuat orang memiliki gaya belajar berbeda. Menurut Michael Gardner (dalam Syukur, 2005: 22) ada tiga gaya belajar yang dimiliki manusia yakni: gaya belajar visual (belajar dengan cara melihat), gaya belajar audiotorial (belajar dengan cara mendengar) dan gaya belajar kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh).

Dengan demikian, untuk melakukan evaluasi terhadap media pembelajaran, hal-hal tersebut turut dipertimbangkan. Dibawah ini disebutkan beberapa rambu-rambu yang perlu diperhatikan apabila orang melakukan evaluasi terhadap media pembelajaran.

  1. relevan dengan tujuan pendidikan atau pembelajaran
  2. persesuain dengan waktu, tempat, alat-alat yang tersedia, dan tugas pendidik,
  3. persesuaian dengan jenis kegiatan yang tercakup dalam pendidikan,
  4. menarik perhatian peserta didik, maksudnya harus dapat dipahami oleh peserta didik,
  5. sesuai dengan kecakapan dan pribadi pendidik yang bersangkutan.
  6. kesesuaian dengan pengalaman atau tingkat belajar yang dirumuskan dalam syllabus
  7. keaktualan (tidak ketinggalan zaman),
  8. cakupan isi materi atau pesan yang ingin disampaikan
  9. skala dan ukuran
  10. bebas dari bias ras, suku, gender, dll

Secara singkat, Walker dan Hess (dalam Arsyad, 2007: 175-176) menyebutkan tiga kriteria utama dalam mereview media pembelajaran (perangkat lunak) yakni kualitas isi dan tujuan, kualitas instruksional, dan kualitas teknis.

Kualitas isi dan tujuan berkaitan dengan :

1.      ketepatan,
2.      kepentingan,
3.      kelengkapan,
4.      keseimbangan,
5.      minat/perhatian,
6.      keadilan,
7.      kesesuaian dengan situasi siswa;

Kualitas instruksional berkaitan dengan :

1.      pemberian kesempatan belajar dan,
2.      memberikan bantuan belajar kepada siswa,
3.      kualitas memotivasi,
4.      fleksibilitas instruksional,
5.      hubungan dengan program pembelajaran lainnya,
6.      kualitas sosial interaksi instruksional,
7.      kualitas tes dan penilaian,
8.      dapat memberi dampak kepada siswa, dapat memberi dampak bagi guru dan pembelajarannya.

kualitas teknis berkaitan dengan:

1.      keterbacaan,
2.      mudah digunakan,
3.      kualitas tampilan/tayangan,
4.      kualitas penanganan jawaban,
5.      kualitas pengelolaan program, dan
6.      kualitas pendokumentasian.


B. Teknik mengevaluasi media pembelajaran

Ada 2 macam teknik penilaian yang dapat digunakan dalam mengevaluasi media pembelajaran, yaitu;  evaluasi formatif dan evaluasi sumatif.

a.       Evaluasi Formatif

Evaluasi  formatif adalah suatu proses yang dimaksudkan  untuk mengumpulkan data tentang efektifitas  dan efisiensi  penggunaan  media yang digunakan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Data-data tersebut dimaksudkan untuk memperbaiki dan menyempurnakan media yang bersangkutan agar lebih efektif dan efisien.

b.      Evaluasi sumatif

Sedangkan evaluasi sumatif adalah kelanjutan drai evaluasi formatif yaitu; media yang telah diperbaiki dan disempurnakan , kemdian diteliti kembali apakah media tersebut layak digunakan atau tidak dalam situasi-situasi tertentu.  Evaluasi semacam inilah yang dinamakan dengan evaluasi sumatif.


C.      Tahap-Tahap teknik Evaluasi Dalam Media pembelajaran

Ada tiga tahapan evaluasi formatif yaitu; evaluasi satu lawan satu(one to one), evaluasi kelompk kecil (Small group evaluation), dan evaluasi lapangan ( field evaluation). Untuk lebih jelasny akan dijelaskan satu per satu pada pembahasan selanjunya.

  1. Evaluasi Satu Lawan Satu ( one to  one)

Pada tahapan ini , dipilih 2 orang atau lebih yang dapat mewakili populasi target media yang dibuat media yang disajikan kepada siswa secara individual. Kedua orang yang dipilih tersebut satu diantranya adalah mempunyai kemampuan dibawah rata-rata, dan yang satunya lagi diatas rata-rata.

Prosedur pelaksanaannya adalah sebagai berikut:

  • Jelaskan kepada siswa bahwa anda sedang merancang suatu media baru dan anda ingin mengetahui bagaimana reaksi mereka terhadap media yang nada buat tersebut
  • Katakan kepada siswa bahwa akan terjadi kesalahan penggunaan media tersebut, bukanlah karena kekurangan siswa tetapi karena kelemahan media tersebut yang perlu diperbaiki dan disempurnakan.
  • Usahakan agar siswa berbuat santai dan bebas dalam mengemukakan pendapat mereka mengenai media yang ditampilkan tersebut.
  • Lakukan tes awal untuk mengetahui sejauh mana kemampuan dan pengetahuan siswa terhadap penggunaan media tersebut.
  • Catat lamanya waktu yang digunakan dalam penyajian media tersebut dan catat pula reaksi siswa terhadap penampilan media tersebut .
  • Berikan tes yang mengukur keberhasilan penggunaan media tersebut.
  • Lakukan analisis terhadap informasi yang dikumpul.

Setelah prosedur diatas dilakukan, maka akan diperoleh beberapa informasi  seperti, kesalahan pemilihan kata atau uraian yang kurang jelas , kesalah memilih lambang-lambang visual, contoh yang kurang, terlalu bnyak atau sedikit materi, urutan penyajian ynag keliru, pertanyaan atau peyunjuk yang kurang jelas, tujuaan yang tidak sesuai dengan materi, dan sebagainya.

Atas dasar data atau informasi dari kegiatan- kegiatan tersebut, akhirnya revisi dilakukan sebelum media dicobakan ke kelompok kecil.


2.      Evaluasi Kelompok Kecil (small Group Evaluation)

Pada tahap ini perlu dicobakan kepada 10-20 orang siswa yang dapat mewakili populasi target. Siswa yang dipilih tersebut hendaknya dapat mewakili populasi . usahakan siswa yang dipilh tersebut terdiri dari siswa yang kurang pandai, sedang, dan pandai, laki-laki dan perempuan yang terdiri dari berbagi latar belakang pendidikan sosial orang tua, dan sebgainya.

Untuk itu beberapa prosedur yang perlu ditempuh adalah:

  1. Jelaskan bahwa media tersebut berada pada tahap formatif dan memerlukan umpan balik untuk penyempurnaannya.
  2. Berikan tes awal (pretest) untuk mengukur kemampuan dan pengetahuan tentang topic yang dimediakan.
  3. Tugaskan kepada siswa untuk mempelajari media tersebut
  4. Catat waktu dan umpan balik selama penyejian media.
  5. Berikan tes untuk mengetahui sejauh mana tujuan yang ditetapkan dapat tercapai ( postes)
  6. Bagikan angket kepada siswa untuk mengetahui menarik tidaknya media yang digunakan, mengerti  tidaknya siswa terhadap pesan yang disampaikan oleh media tersebut, konsistensi tujuan dan materi , dan cukup tidaknya latihan yang dilakukan
  7. Analisis data-data yang terkumpul.
Atas dasar umpan balik inilah media disempurnakan.


3.      Evaluasi Lapangan (Field Evaluation)

Berikutnya evaluasi lapangan ( field evaluation) merupakan tahap akhir dari evaluasi formatif. Untuk itu diusahakan situasi yang mirip dengan situasi yang sebenarnya. Dalam pelaksannannya dipilih 30 orang siswa dengan berbagi karakteristik yang meliputi tingkat kepandaian kelas , latar belakang, jenis kelamin, usia, kemajuan belajar, dan sebagainya. Usahakan agar hindari dari pengaruh efek hallo (efek hallo).

Ada beberapa prosedur yang harus dilaukan dalam pelaksanaannya, sebagi berikut:
  1. Pilih 30 orang siswa yang betul-betul mewakili populasi.
  2. Jelaskan kepada siswa  maksud uji coba lapangan dan hasil akhir yang diharapkan. Usahkan siswa bersifat relaks/santai dan berani mengeluarkan pendapat atau penilaian. Ingatkan kepada mereka bahwa uji coba bukan menguji kemampuan mereka.
  3. Berikan tes awal untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan mereka mengenai topic yang menggunakan media tersebut.
  4. Sajikan media yang sesuai rencana perbuatannya.
  5. Catat semua respon yang muncul dan waktu yang diperlukan dari siswa selama penyajian
  6. Lakukan postes untuk mengukur pencapaian hasil belajar setelah penyajian media tersebut. Hasil tes akhir dibandingkan dengan hasil tes awal yang digunakan untuk mengetahui efektifitas dan efisiensi media yang dibuat tersebut.
  7. Edarkan tes  skala sikap kepada siswa yang dipilh tersebut untuk mengetahui sikap mereka terhadap media yang digunakan.
  8. Ringkas dan anlisislah data-data yang diperoleh melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan , terutama mengenai kemampuan awal prates , skor tes awal, dan tes akhir, waktu yang diperlukan, perbaikan dari bagian-bagian  yang sulit , pengajaran serta kecepatan sajian dan sebagainya.

D.  Evaluasi media pembelajaran

            Untuk mengevaluasi media pembelajaran sangat penting diketahui kelebihan dan kekurangan dari media pembelajaran itu masing-masing, berikut ini media pembelajaran yang akan dievaluasi :

1.        Evaluasi gambar diam

 Kelebihan

  • Sifatnya kongkrit ( Gambar/ foto lebih realisis menunjukkan pokok masalah dibandingkan dengan media verbal)
  • Gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu
  • Dapat memperjelas suatu masalah dalam bidang apa saja dan untuk usia berapa saja sehingga dapat mencegah dan membetulkan kesalah pahaman
  • Harganya murah dan gampang untuk dibuat

 Kekurangan

  • Foto hanya menekankan indera mata
  • Gambar foto yang terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran
  • Ukurannya sangat terbatas untuk ukuran besar

2.        Evaluasi media grafis

Kelebihan

  • Bermanfaat untuk mempelajari data-data kuantitatif dan hubungan-hubungannya
  • Grafis memungkinkan kita dengan cepat mengadakan analisis interprestasi dan perbandingan antara data-data yang disajikan baik dalam hal ukuran, jumlah pertumbuhan dan arah
  • Penyajian dari data grafik: jelas,cepat, menarik, ringkas dan logis.

Kekurangan

  • Media ini sulit dipahami karena berbentuk gambar sederhana.


3.        Evaluasi bahan visual yang diproyeksikan (Film Bingkai)

Kelebihannya:
  •     Materi yang sama dapat disebarkan ke seluruh siswa secara bersamaan.
  •     Perhatian anak dapat dipusatkan pada objek tertentu.
  •     Fungsi berpikir penonton dirangsang dan dikembangkan secara bebas.
  •     Film bingkai berada  di bawah kontrol Guru.
  •     Penyimpanannya mudah.
  •     Film bingkai dapat mengatasi keterbatasan ruang.
  •     Film bingkai adalah media yang relatif sederhana.

Kekurangannya:
  •     Karena bersifat lepas, maka film bingkai lebih mudah hilang.
  •     Hanya mampu menyajikan objek-objek secara diam.
  •     Memerlukan ruang yang gelap.

4.        Evaluasi bahan film

Kelebihan
  • Film dapat menampilkan kembali masa lalu dan menyajikan kembali kejadian-kejadian sejarah yang lamp
  • Film dapat menyajikan baik teori maupun praktek dari yang bersifat umum ke khusus atau sebaliknya
  • Film dapat mendatangkan seorang ahli dan memperdengarkan suaranya di kelas
  • Film memikat perhatian anak

Kekurangan
  • Harga atau biaya produksi relatif mahal
  • Film tidak dapat mencapai semua tujuan pembelajaran
  • Penggunaannya perlu ruangan gelap


5.   Evaluasi program television

Kelebihan
  • Dapat menerima, menggunakan dan mengubah atau membatasi semua bentuk media yang lain, menyesuaikan dengan tujuan-tujuan yang akan dicapai
  • TV Merupakan medium yang menarik, modern dan selalu siap di terima oleh anak-anak karena mereka mengenalnya sebagai bagian dari kehidupan luar sekolah mereka.
  • Sifatnya langsung dan nyata
  • Horizon kelas dapat diperlebar dengan TV.

Kelemahan
  • Harga pesawat TV relative mahal
  • Sifat komunikasinya hanya satu arah
  • Jika akan di manfaatkan di kelas jadwal siaran dan jadwal pelajaran di sekolah sering kali sulit untuk disesuikan
  • Program di luar kontrol guru

6.  Evaluasi media bantuan komputer

Kelebihannya:
  • Sebagai peranan supervisi dan meringankan beban pendidik terhadap berbagai tanggug jawab managerial yang memakan waktu.
  • Memungkinkan siswa untuk belajar lebih lama dan dapat mengungkapkan berbagai kebutuhan khusus siswa.
  • Komputer dapat mengakomodasi siswa yang lamban menerima pelajaran karena ia dapat memberikan iklim yang lebih efektif dengan cara yang lebih individual tidak pernah lupa, tidak pernah bosan sangat sabar dalam menjalankan instruksi seperti yang diinginkan program yang digunakan.
  • Komuter dapat merangsang siswa untuk mengerjakan latihan dan melakukan kegiatan laboratorium atau simulasi. hal ini karena tersedianya animasi grafik warna dan musik dalam komputer sehingga dapat menambah realisme.
  • Kendali berada di tangan siswa, sehingga tingkat kecepatan belajara siswa dapat disesuaikan dengan tingkat penguasaannya.
  • ·Dapat berhubungan dan mengendalikan peralatan lain seperti compact disc video tape dan lain-lain

Kekurangannya:
  • Meskipun harga perangkat keras komputer cenderung semakin menurun (murah) namun pengembangan perangkat lunaknya masih relatif mahal.
  • Untuk menggunakan komputer diperlukan pengetahuan dan keterampilan khusus tentang komputer.
  • Keragaman model komputer (hardware) sering menyebabkan program (software) yang tersedia untuk satu model tidak cocok dengan model yang lainnya.

Sesuai dengan apa yang telah dibahas ini maka evaluasi ialah mengukur perubahan. Jika hal ini dihubungkan dengan tujuan pengajaran, maka perubahan yang diinginkan oleh program pengajaran adalah peningkatan kemampuan baik kemampuan kognitif, emosional, dan kemampuan keterampilan. Evaluasi pembelajaran mempunyai manfaat untuk siswa yakni, untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan mengikuti pembelajaran yang berlansung selama ini. Sedangkan bagi para guru mempunyai manfaat diantaranya mengetahui siswa-siswa dapat menguasai bahan, materi yang telah diberikan sudah tepatkah, dan medianya sudah tepatkah dalam membantu proses pembelajaran. Oleh karena itu evaluasi wajib dilakukan guna mendapatkan metode yang tepat untuk mencapai tujuan.



BAB III

PENUTUP

A.  Kesimpulan

Sebuah media yang telah dirancang perlu dilakukan evaluasi seperlunya, termasuk media yang dirancang oleh seorang ahli designer. Sebab sebuah media yang dihasilkan oleh seorang ahli dalam bidang media tidak secara otomatis bersifat efektif dan efisien untuk menyampaikan pesan kepada pemakai media (siswa). Kehebatan seorang perancang media tidak hanya terletak pada kemahirannya merancang sebuah mediaa tetapi juga keuletannya melewati tahap-tahap atau proses evaluasi. Dan dalam melewati proses/tahap-tahap evaluasi tersebut seorang perancang media niscaya berhubungan dengan orang lain, baik secara pribadi (siswa/ahli lain) maupun kelompok (kecil dan besar).

Melalui proses itulah sebuah media layak digunakan/dipakai kendatipun dalam kurun waktu tertentu, media tersebut masih bisa dievalusi kembali, hal itu tergantung kepada karakteristik dan latar belakang para pengguna media tersebut.


B.  Kritik Dan Saran

            Dalam penulisan makalah serta isi pembahasan yang kurang baik atau terjadi kesalahan didalamnya kami menerima kritikan dan saran dari pembaca agar tercipta makalah selanjutnya yang lebih baik dan sempurna serta tidak ada kesalahan dalam mempelajarinya.


DAFTAR PUSTAKA

W. Bachtiar Harsja, 1984. Media Pendidikan Pengertian, pengembangan dan Pemanfaaannya. Jakarta: CV Rajawali.

Azhar Arsyad, 2010. Media Pendidikan. Jaarta : RajaGrafindo Persada.

http://widyaprilolina.blogspot.com/2012/12/kekurangan-dan-kelebihan-jenis-jenis.html

Pemilihan Media untuk Pembelajaran

BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Dasar Pemilihan Media

Pemilihan dan penggunaan suatu media pembelajaran harus melibatkan tenaga yang mampu, terampil dan profesional untuk memenfaatkannya di setiap lembaga pendidikan.  Biaya yang dibutuhkan juga harus tersedia dan terjangkau oleh lembaga pendidikan yang bersangkutan.

Menurut Henich dan kawan-kawan (Arsyad Azhar, 2010:67) megajukan model perencanaan penggunaan media yang efektif yang dikenal dengan istilah ASSURE. (ASSURE adalah singkatan dari Analyze learner characteristics, State objective, Select, or modify media, Utilize, Require learner response, and Evaluate). Model ini menyarankan enam kegiatan utama dalam perencanaan pembelajaran sebagai berikut:

(A)  Menganalisis karakteristik umum kelompok sasaran, apakah mereka siswa sekolah lanjutan atau perguruan tinggi, anggota organisasi pemuda, perusahan, usia, jenis kelamin, latar belakang budaya dan sosial ekonomi, serta menganalisis karakteristik khusus mereka yang meliputi antara lain pengetahuan, keterampilan, dan sikap awal mereka.

(S)   Menyatakan atau merumuskan tujuan pembelajaran, yaitu perilaku atau kemampuan baru apa (pengetahuan, keterampilan, atau sikap) yang diharapkan siswa miliki dan kuasai setelah proses belajar- mengajar selesai. Tujuan ini akan mempengaruhi pemilihan media dan urut-urutan penyajian dan kegiatan belajar.

(S)   Memilih, memodifikasi, atau merancang dan mengembangkan materi dan media yang tepat. Apabila materi dan media pembelajaran yang telah tersedia akan dapat mencapai tujuan, materi dan media itu sebaiknya digunakan untuk menghemat waktu, tenaga, dan biaya.

(U)   Mengunakan materi dan media. Setelah memilih materi dan media yang tepat, diperlukan persiapan bagaimana dan berapa banyak waktu yang diperlukan untuk menggunakannya. Di samping praktik dan latihan menggunakannya, persiapan ruangan juga diperlukan seperti tata letak tempat duduk siswa, fasilitas yang diperlukan seperti meja peralatan, listrik, layar, dan lain-lain harus dipersiapkan sebelum penyajian.

(R)  Meminta tanggapan dari siswa. Guru sebaiknya mendorong siswa untuk memberikan respons dan umpan balik mengenai keefektivan proses belajar mengajar. Respons siswa dapat bermacam-macam, seperti mengulaagi fakta-fakta, mengemukakan ikhtisar atau rangkuman informasi/pelajaran, atau menganalisa alternatif pemecahan masalah/ kasus. Dengan demikian, siswa akan menampakkan partisipasi yang lebih besar.

(E)  Mengevaluasi proses belajar. Tujuan utama evaluasi di sini adalah untuk mengetahui tingkat pencapaian siswa mengenai tujuan pembelajaran, keefektivan media, pendekatan, dan guru sendiri.

Dalam penggunaan media pembelajaran harus ada penjelasan mengenai maksud dan tujuan pemilihan media pembelajaran. Hal yang harus diperhatikan adalah familiaritas media. Untuk memilih media mana yang harus digunakan dalam proses pembelajaran harus memperhatikan pada enam karakteristik :

  1. Ketetapan media pembelajaran yang akan di gunakan dengan standar kompetensi dan indikator suatu materi yang disajikan.
  2. Media yang dipilih harus dapat mendukung dan membentu terhadap isi materi pembelajaran.
  3. Media pembelajaran tersebut mudah di peroleh.
  4. Keterampilan guru sangat mendukung dalam menggunakannya
  5. Ketersediaan waktu untuk menggunakannya.
  6. Kesesuaian dengan taraf berfikir peserta didik.

Pembelajaran yang efektif memerlukan perencanaan yang baik. Media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran itu juga memerlukan perencanaan yang baik. Meskipun demikian, kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa seorang guru memilih salah satu media dalam kegiatannya dikelas atas dasar pertimbangan pemilihan media antara lainnya:

  1. Bermaksud mendemonstrasikannya seperti halnya pada kuliah tentang media.
  2. Merasa sudah akrab dengan media tersebut, misalnya seorang dosen yang sudah terbiasa menggunakan proyek transparansi
  3. Ingin memberi gambaran atau penjelasan yang lebih konkrit.
  4. Merasa bahwa media dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukannya, misalnya untuk menarik minat atau gairah belajar siswa.

Menurut Arif sadiman beberapa penyebab orang memilih media  sebagai berikut :

a.    Demonstration

Dalam hal ini media di gunakan sebagai alat untuk mendemostrasikan sebuah konsep, alat , kegunaan, cara mengoperasikan.

b.    Familiarity

Penggunaan media pembelajaran memiliki alasan mengapa ia menggunakan media, yaitu karena sudah terbiasa menggunakan media tersebut.

c.    Clarity

Guru menggunakan media ini agar lebih memperjelas pesan pembelajaran dan memberikan penjelasan yang lebih konkrit.

d.   Active Learning

Media dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukan oleh guru. Salah satu aspek yang harus di upayakan oleh guru dalam pembelajaran adalah siswa harus berperan secara aktif baik secara fisik , mental dan emosional.


2.2  Prosedur Pemilihan Media

          Ada beberapa langkah yang dapat ditempuh dalam pemilihan media pembelajaran. Pendapat Gagne dan Briggs yang dikutip oleh Mohammad Ali  (1984: 73) menyarankan langkah-langkah dalam memilih media pengajaran yaitu:

1)    Merumuskan tujuan pembelajaran,
2)    Mengklasifikasi tujuan berdasarkan domein atau tipe belajar,
3)    Memilih peristiwa-peristiwa pengajaran yang akan berlangsung,
4)    Menentukan tipe perangsang untuk tiap peristiwa,
5)    Mendaftar media yang dapat digunakan pada setiap peristiwa dalam pengajaran,
6)    Mempertimbangkan (berdasarkan nilai kegunaan) media yang dipakai.
7)    Menentukan media yang terpilih akan digunakan,
8)    Menulis rasional (penalaran) memilih media tersebut,
9)    Menuliskan tata cara pemakaiannya pada setiap peristiwa, dan
10)  Menuliskan script pembicaraan dalam penggunaan.media.

Selaras dengan hal tersebut, Anderson (1976) menyarankan langkah-langkah yang perlu ditempuh dalam pemilihan media pembelajaran, yaitu:

Langkah 1: Penerangan atau Pembelajaran

Langkah pertama menentukan apakah penggunaan media untuk keperluan informasi atau pembelajaran. Media untuk keperluan informasi, penerima informasi tidak ada kewajiban untuk dievaluasi kemampuan/keterampilannya dalam menerima informasi, sedangkankan media untuk keperluan pembelajaran penerima pembelajaran harus menunjukkan kemampuannya sebagai bukti bahwa mereka telah belajar.

Langkah 2: Tentukan Transmisi Pesan

Dalam kegiatan ini kita sebenarnya dapat menentukan pilihan, apakah dalam proses pembelajaran akan digunakan ‘alat bantu pengajaran’ atau ‘media pembelajaran’. Alat bantu pengajaran alat yang didesain, dikembangkan, dan diproduksi untuk memperjelas tenaga pendidik dalam mengajar. Sedangkan media pembelajaran adalah media yang memungkinkan terjadinya interaksi antara produk pengembang media dan peserta didik/pengguna. Atau dengan kata lain peran pendidik sebagai penyampai materi pembelajaran digantikan oleh media.

Langkah 3: Tentukan Karakteristik Pelajaran

Asumsi kita bahwa kita telah menyusun disain pembelajaran, dimana kita telah melakukan analisis tentang mengajar, merumuskan tujuan pembelajaran, telah memilih materi dan metode. Selanjutnya perlu dianalisis apakah tujuan pembelajaran yang telah ditentukan itu termasuk dalam ranah kognitif, afektif atau psikomotor. Masing-masing ranah tujuan tersebut memerlukan media yang berbeda.

Langkah 4: Klasifikasi Media

Media dapat diklasifikasikan sesuai dengan ciri khusus masing-masing media. Berdasarkan  persepsi dria manusia normal  media dapat diklasifikasikan menjadi media audio, media video, dan audio visual.   Berdasarkan ciri dan bentuk fisiknya media dapat dikelompokkan menjadi media proyeksi (diam dan gerak) dan media non proyeksi (dua dimensi dan tiga dimensi). Sedangkan jika diklasifikasikan berdasarkan keberadaannya, media dikelompokkan menjadi dua yaitu media yang berada di dalam ruang kelas dan media-media yang berada di luar ruang kelas.  Masing-masing media tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan bila dibandingkan dengan media lainnya.

Langkah 5: Analisis karakteristik masing-masing media.

Media pembelajaran yang banyak macamnya perlu dianalisis kelebihan dan kekurangannya dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.  Pertimbangan  pula dari aspek ekonomi dan ketersediaannya. Dari berbagai alternatif kemudian dipilih media yang paling tepat.


2.3  Silabus dan RPP

2.3.1 Silabus

a.  Pengertian Silabus

Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi , kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.

b.  Prinsip Pengembangan Silabus

  1. Ilmiah.  Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.
  2. Relevan.  Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spritual peserta didik.
  3. Sistematis. Komponen-komponen silabus  saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.
  4. Konsisten. Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian.
  5. Memadai.  Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.
  6. Aktual dan Kontekstual.  Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.
  7. Fleksibel.  Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.
  8. Menyeluruh.  Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor).

c.  Tahapan Pengembangan Silabus
  • Pertama, tahap Analisis
  • Kedua, tahap Perancangan
  • Ketiga, tahap Pelaksanaan/Penyusunan
  • Keempat, tahap evaluasi
  • Kelima, Perbaikan dan pemantapan
  • Tahap terakhir adalah melakukan penilaian terhadap silabus .

d. Komponen-Komponen Silabus

  • Standar Kompetensi adalah kualifikasi kemampuan miimal peserta didik yang menggambatkan kekuasaan sikap pengetahuan dan ketrampilan yang diharapkan dan sicapai tiap tingkatan dan semester untuk kelompok pelajaran tertentu.
  • Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalm pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indicator kompetensi.
  • Materi Pelajaran adalah pencapaian kompetensi dasar dengan menghubungkan potensi peserta didik, releavansi dengan karakteristik., daerah, tingkat pengembangan fisik, intelektual, emosional, social, spriritual pendidikan, kebermanfaatan bagi peserta didik, struktur keilmuan: Aktualisasi, kedalaman dan kekuasaan meteri pembelajaran, relevansi dengan kebutuhab peserta didikdan tuntunan lingkungan dan alokasi waktu.
  • Pengalaman belajar adalah pencapaian kompetesnsi dasar yang dirancang untuk memberikan pengalaman yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antara peserta didik dengan guru, lingkungan dan sumber belajar lainnya.
  • Indikator adalah prilaku yang dapat diukur dan atau observasi untuk menunjukkan ketercapaaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran Penilaian adalah pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indicator.
  • Alokasi Waktu adalah waktu pembelajaran efektif atau jumlah jam setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk semua mata pembelajaran termasuk muatan local, ditambah jumlah jam untuk kegiatan.
  • Media (sumber/bahan/alat) adalah kegiatan pembelajaran yang berupa media cetak dan elektronik, narasumer serta lingkungan fisik, alam social dan budaya

  

2.3.2  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Setelah silabus tersusun, langkah berikutnya adalah penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP merupakan penjabaran dari silabus. RPP disusun untuk setiap kali pertemuan oleh guru. Di dalam RPP tercermin kegiatan yang dilakukan guru dan peserta didik untuk mecapai kompetensiyang telah ditetapkan

a.    Pengertian RPP
Pengertian RPP, atau yang kita kenal dengan rencana program pembelajaran  adalah sebuah perangkat pembelajaran yang mendukung seorang guru dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.

b.    Tujuan dan Fungsi RPP
Tujuan rencana pelaksanaan pembelajaran adalah untuk: mempermudah  dan  memperlancar meningkatkan hasil proses belajar mengajar
Fungsi rencana pembelajaran adalah sebagai acuan bagi guru untukmelaksanakan kegiatan belajar mengajar (kegiatan pembelajaran) agar lebih terarah dan berjalan secara efektif dan efesien. Dengan kata lain renvcana pelaksanaan pembelajaran berperan sebagai skenario proses pembelajaran, oleh karena itu, rencana pelaksanaan pembelajaran hendaknya bersifat fleksibel dan memberi kemungkinan bagi guru untuk menyesuaikannya dengan respons siswa dalam proses pembelajaran sesungguhnya

c.     Komponen RPP

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar yang meliputi guru dan siswa yang saling bertukar informasi.

Tujuan pembelajaran adalah perilaku hasil belajar yang diharapkan terjadi, dimiliki, atau dikuasai oleh peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu.

Ø Materi ajar adalah segala bentuk materi yang digunakan untuk membantu guru/instruktor dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Materi yang dimaksud bisa berupa materi tertulis, maupun materi tidak tertulis.

Ø Metode pembelajaran merupakan suatu cara atau strategi yang dilakukan oleh seorang guru agar terjadi proses belajar pada diri siswa untuk mencapai tujuan

Ø Sumber belajar adalah  belajar adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh siswa untuk mempelajari bahan dan pengalaman belajar sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.

Ø Hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari tidak mengerti menjadi mengerti

   


2.4  Penyusunan Rencana Pemanfaatan Produksi Media dalam PBM

1.  Media dalam Proses Pembelajaran

Rencana pemanfaatan media pembelajaran merupakan salah satu komponen RPP seperti  tampak pada poin Sumber Belajar (Media Pembelajaran) , yakni Sumber Belajar (Media Pembelajaran)´. Pada poin ini hendaknya dilakukan analisis terhadap pertimbangan  pertimbangan pemilihan media sebagaimana telah dibahas pada bab terdahulu, yakni meliputi (1) deskripsi singkat tentang karakterisistik siswa; (2) analisis tujuan (meliputi kognitif, afektif, psikomotorik); (3) analisis bahan ajar yang biasanya menuntut berbagaiaktivitas siswa;(4)ketersediaan atau pengadaan media pembelajaran.


2.  Sifat Bahan Ajar

Isi pelajaran atau bahan ajar memiliki keragaman dari sisi tugas yang ingin dilakukan siswa. Tugas-tugas tersebut biasanya menuntut adanya aktivitas dari para siswanya. Banyak jenis aktivitas yang biasa dilakukan siswa di sekolah. Isi bahan ajar tidak cukup hanya menuntut aktivitas siswa.

Ada delapan aktivitas belajar siswa disekolah di antaranya :
  1. Visual Activities yang termasuk di dalamnya adalah membaca,memperhatikan demonstrasi, percobaan dan pekerjaan orang lain
  2. Oral Activities, seperti menyatakan, bertanya, member saran,mengeluarkan pendapat, mengadakan wawancara, diskusi, interupsi
  3. Listening Activities, sebagai contoh mendengarkan uraian, diskusi
  4. Writing Activities, seperti menulis poin-poin yang penting di dengarnya,menulis karangan
  5. Drawing Activities, seperti menggambar, membuat grafik, peta
  6. Motor Activities antara lain melakukan percobaan, membuat kontruksimodel, mereparasi, beternak, berkebun
  7. Mental Activities contoh : menanggapi, mengingat, memecahkan soal
  8. Emotional Activities seperti merasa bosan, berani, tenang, gugup

3.  Penentuan Sumber / BahanA jar

Untuk mensukseskan kurikulum 2004 berbagai cara dapat ditempuh. Penentuan bahan ajar merupakan salah satu wujudnya. Sumber bahan adalah rujukan, referensiatau literature yang digunakan, baik untuk menyusun silabus maupun buku yangdigunakan guru dalam mengajar Sumber bahan ini diperlukan agar dalam menyusunsilabus terhindar dari kesalahan konsep.

·      Bahan Ajar disusun untuk :

1.  Membantu siswa dalam mempelajari sesuatu
2.  Memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran
3.  Agar kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik
4.  Menyediakan berbagai jenis pilihan bahan ajar .


·      Bahan Ajar dapat dikelompokan menjadi beberapa kategori :
  1. Bahan Ajar cetak (Printed) yang meliputi : handout, buku, modul, lembar kerja siswa
  2. Bahan Ajar gambar (Audio) mencakup : kaset / piringan hitam
  3. Bahan Ajar pandang dengar (Audio Visual) yang meliputi: video, film, orang/narasumber
  4. Bahan Ajar interaktif yaitu multimedianya merupakan kombinasi dari dua atau lebihmedia yang penggunaannya dimanipulasi untuk mengendalikan perintah atau perilakualami dari suatu presentasi.

   


BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan

Media pembelajaran merupakan faktor penting dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Media pembelajaran sangat banyak macamnya, tentunya tidak digunakan sekaligus. Untuk itu perlu dipilih secara cermat, media mana yang lebih tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.  Pemilihan dan penggunaan suatu media pembelajaran harus melibatkan tenaga yang mampu, terampil dan profesional untuk memenfaatkannya di setiap lembaga pendidikan.  Biaya yang dibutuhkan juga harus tersedia dan terjangkau oleh lembaga pendidikan yang bersangkutan. Menurut Henich dan kawan-kawan (Arsyad Azhar, 2010:67) megajukan model perencanaan penggunaan media yang efektif yang dikenal dengan istilah ASSURE. (ASSURE adalah singkatan dari Analyze learner characteristics, State objective, Select, or modify media, Utilize, Require learner response, and Evaluate).

Rencana pemanfaatan media pembelajaran merupakan salah satu komponen RPP seperti  tampak pada poin Sumber Belajar (Media Pembelajaran) , yakni Sumber Belajar (Media Pembelajaran)´. Pada poin ini hendaknya dilakukan analisis terhadap pertimbangan  pertimbangan pemilihan media sebagaimana telah dibahas pada bab terdahulu, yakni meliputi (1) deskripsi singkat tentang karakterisistik siswa; (2) analisis tujuan (meliputi kognitif, afektif, psikomotorik); (3) analisis bahan ajar yang biasanya menuntut berbagaiaktivitas siswa;(4)ketersediaan atau pengadaan media pembelajaran.

Langkah-langkah yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media pembelajaran yaitu kegiatan penerangan atau pembelajaran,  Tentukan transmisi pesan,  Tentukan karakteristik pelajaran,  Klasifikasi media, dan Analisis karakteristik masing-masing media.  Betapapun baiknya media yang telah dipilih, bila tidak digunakan dengan baik tentunya tidak banyak manfaatnya. Dalam penggunaan media pembelajaran terdapat dua pola yang dapat dilakukan yaitu pola penggunaan di dalam kelas dan pola penggunaan di luar kelas. Adapun prosedur pokok yang dapat dilakukan dalam penggunaan media pembelajaran yaitu persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut.

3.2  Saran

Penulis menyadari di dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik maupun saran kepada para pembaca, demi kesempurnaan makalah ini di masa yang akan datang.


DAFTAR PUSTAKA

Nurhasnawati. 2011 . Media Pembelajaran . Pekanbaru : Yayasan Pusaka Riau

Azhar arsyad . 2010. Media Pembelajaran. Jakarta : PT Grafindo Persada

Arief S. Sadiman, dkk. (1990). Media Pendidikan (Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya). Jakarta: CV. Rajawali

Nana Sudjana dan Ahmad Rivai. (1991). Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru.

Sadirman, Arief S, dkk. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali

 

JADWAL SHALAT

PENGUNJUNG

CONTACT US


 
Cara Seo Blogger