Senin, 13 Januari 2014

Fungsi Media Pembelajaran


Print Friendly and PDF

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Fungsi Media

Fungsi media dalam kegiatan pembelajaran merupakan bagian yang sangat menentukan efektifitas dan efisiensi pencapaian tujuan pembelajaran. Secara keseluruhan menurut, McKnow ( Sihkabuden, 2005:19 ) media terdiri dari fungsi yaitu:
  1. Mengubah titik berat pendidikan formal, yang artinya dengan media pembelajaran yang sebelumnya abstrak menjadi kongkret, pembelajaran yang sebelumnya teoritis menjadi fungsional praktis.
  2. Membangkitkan motivasi belajar
  3. Memperjelas penyajian pesan dan informasi
  4. Memberikan stimulasi belajar atau keinginan untuk mencari tahu.
Dapat dikatakan bahwa beberapa pendidik atau guru mempunyai gaya yang berbeda dalam mengadakan pembelajaran yang diadakan akan lebih bermanfaat dengan menggunakan media, serta pembelajaran yang diadakan akan lebih efektif dengan menggunakan media yang berbeda secara berkelanjutan. Maksudnya adalah pembelajaran akan lebih efektif jika penggunaan media pembelajaran tersebut tidak monoton, tetapi divariasikan dengan media yang lainnya secra bervariasi, sehingga diharapkan dapat membantu siswa untuk lebig berminat dalam mengikuti pelajaran.


2.2 Taksonomi Media Pembelajaran

Kata taksonomi diambil dari bahasa Yunani tassein yang berarti untuk mengelompokkan dan nomos yang berarti aturan. Taksonomi dapat diartikan sebagai pengelompokan suatu hal berdasarkan hierarki (tingkatan) tertentu. Di mana taksonomi yang lebih tinggi bersifat lebih umum dan taksonomi yang lebih rendah bersifat lebih spesifik.

Taksonomi merupakan cabang bio yanng menelaah penamaaan, perincian, klasifikasi, pengelompokan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan sifatnya. taksonomi yang dimaksud adalah pengelompokan media.

Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan, melalui saluran atau perantara tertentu, ke penerima pesan. Di dalam proses belajar mengajar pesan tersebut berupa materi ajar yang disampaikan oleh dosen/guru, sedang saluran atau perantara yang digunakan untuk menyampaikan pesan/materi ajar adalah media pembelajaran atau disebut juga sebagai media instruksional. Fungsi media pembelajaran dalam proses belajar mengajar adalah untuk :

1.      Memperjelas penyajian pesan agar tidak bersifat verbalistis,
2.      Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera,
3.      Menghilangkan sikap pasif pada subjek belajar,
4.      Membengkitkan motivasi pada subjek belajar.


2.2.1 Taksonomi media berdasarkan rangsangan belajar (Menurut Briggs)

Taksonomi bentuk ini mengarahkan pada karakteristik menurut rangsangan yang dapat ditimbulkan. Pendapat ahli pada Taksonomi ini yaitu menurut Briggs, Menurutnya taksonomi lebih mengarah pada karakteristik siswa.

Oleh karenanya seorang guru seharusnya mengetahui karakteristik setiap siswa, sehingga guru dalam pengajarannya dengan menggunakan rangsangan-rangsangan karakteristik siswa dibanding media yang telah disediakan. Briggs mengklasifikasikan media menjadi 13 jenis berdasarkan kesesuaian rangsangan yang ditimbulkan media dengan karakteristik siswa yaitu :
  1. objek,
  2. model,
  3. suara langsung,
  4. rekaman audio,
  5. media cetak,
  6.  pelajaran terprogram,
  7. papan tulis,
  8. media transparansi,
  9. Film bingkai,
  10. film rangkai,
  11. film gerak,
  12. televisi dan
  13. gambar


2.2.2 Taksonomi media berdasarkan fungsi pembelajaran (Menurut Gagne)

Taksonomi ini menekankan pada kemampuan siswa memenuhi fungsi menurut tingkatan hierarki belajar yang dikembangkan. Menurut Gagne membuat 7 macam pengelompokan media yairu :
  1. benda untuk didemonstrasikan,
  2.  komunikasi lisan,
  3. media cetak,
  4.  gambar diam,
  5. gambar gerak,
  6. film bersuara, dan
  7. mesin belajar

2.2.3 Taksonomi Media berdasarkan hirarki pemanfaatannya ( Menurut Duncan )

Taksonomi ini Menekankan pada pemanfaatan media dalam pemanfaatanya dalam pendidikan menurut kerumitan perangkat media. Semakin tinggi satuan biaya, sekin umum sifat penggunanya, sebaliknya semakin mudah dan luwes penggunanya, maka semakin mudah dan , semakin luas lingkup sasarannya

Menurut Duncan, semakin rumit jenis perangkat media yang dipakai, semakin mahal biaya investasinya, semakin susah pengadaannya dan semakin luas lingkup penggunaannya. Sebaliknya semakin rendah perangkat media yang digunakan biaya akan menjadi murah, pengadaannya lebih mudah, sifat penggunaannya lebih khusus dan lingkup sasarannya lebih terbatas. Jadi pada dasarnya hirarki Duncan menurut tingkat kerumitan perangkat media yang dipergunakan.

2.2.4 Taksonomi Media berdasarkan Indera yang terlibat ( Menuerut Rudy Bretz ).

Taksonomi ini menekanan Pada media yang digunakan dalam mengajar. Bretz mengidentifikasikan ciri utama media menjadi tiga unsur, yaitu :
  1. suara,
  2. visual,
  3.  gerak.

Media visual sendiri dibedakan menjadi tiga, yaitu: gambar, garis, dan simbol, yang merupakan suatu bentuk yang dapat ditangkap dengan indera penglihatan. Di samping ciri tersebut, Bretz (1972) juga membedakan antara media siar (telecomunication) dan media rekam (recording), sehingga terdapat delapan klasifikasi media, yaitu

1)      Media audiovisual gerak,
2)      media audiovisual diam,
3)      media audio semi-gerak,
4)      media visual gerak,
5)      media visual diam,
6)      media semi-gerak,
7)      media audio,
8)      media cetak.

Dalam taksonomi media ini, Bertz sengaja membedakan antara media siar dan media rekam. Hal ini dikarenakan dalam pengelompokkan media menjadi 8 tersebut tidak dapat digolongkan melalui tiga unsur seperti yang dijelaskan di atas.


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Taksonomi Media merupakan pengelompokkan suatu media atau teknologi yang berhubungan dengan pendidikan. Adapun taksonomi dalam pendidikan, taksonomi dibuat untuk mengklasifikasikan tujuan pendidikan. Dalam hal ini, tujuan pendidikan dibagi menjadi beberapa domain, yaitu: kognitif, afektif, dan psikomotor. Dari setiap ranah tersebut dibagi kembali menjadi beberapa kategori dan subkategori yang berurutan secara hirarkis (bertingkat), mulai dari tingkah laku yang sederhana sampai tingkah laku yang paling kompleks.






DAFTAR PUSTAKA

Rahardjito,dkk.2011.media pendidikan.Jakarta: PT Raja Drafindo Persada

Asnawir.2002.Media pembelajaran.Jakarta: Ciputat pers

Http://Www.M-Edukasi.Web.Id/2012/04/Fungsi-Media-Pembelajaran.Html

Www.Google.Com

http://nak-gaad.blogspot.com/2012/06/jenis-dan-karakteristik-media-menurut.html

Arsyad,Azhar.2010.Media Pembelajaran.Jakarta: PT Raja Drafindo Persada




Artikel Terkait:

Comments
0 Comments

0 comments:

Posting Komentar

 

JADWAL SHALAT

PENGUNJUNG

CONTACT US


 
Cara Seo Blogger