Senin, 13 Januari 2014

Pemilihan Media untuk Pembelajaran


Print Friendly and PDF

BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Dasar Pemilihan Media

Pemilihan dan penggunaan suatu media pembelajaran harus melibatkan tenaga yang mampu, terampil dan profesional untuk memenfaatkannya di setiap lembaga pendidikan.  Biaya yang dibutuhkan juga harus tersedia dan terjangkau oleh lembaga pendidikan yang bersangkutan.

Menurut Henich dan kawan-kawan (Arsyad Azhar, 2010:67) megajukan model perencanaan penggunaan media yang efektif yang dikenal dengan istilah ASSURE. (ASSURE adalah singkatan dari Analyze learner characteristics, State objective, Select, or modify media, Utilize, Require learner response, and Evaluate). Model ini menyarankan enam kegiatan utama dalam perencanaan pembelajaran sebagai berikut:

(A)  Menganalisis karakteristik umum kelompok sasaran, apakah mereka siswa sekolah lanjutan atau perguruan tinggi, anggota organisasi pemuda, perusahan, usia, jenis kelamin, latar belakang budaya dan sosial ekonomi, serta menganalisis karakteristik khusus mereka yang meliputi antara lain pengetahuan, keterampilan, dan sikap awal mereka.

(S)   Menyatakan atau merumuskan tujuan pembelajaran, yaitu perilaku atau kemampuan baru apa (pengetahuan, keterampilan, atau sikap) yang diharapkan siswa miliki dan kuasai setelah proses belajar- mengajar selesai. Tujuan ini akan mempengaruhi pemilihan media dan urut-urutan penyajian dan kegiatan belajar.

(S)   Memilih, memodifikasi, atau merancang dan mengembangkan materi dan media yang tepat. Apabila materi dan media pembelajaran yang telah tersedia akan dapat mencapai tujuan, materi dan media itu sebaiknya digunakan untuk menghemat waktu, tenaga, dan biaya.

(U)   Mengunakan materi dan media. Setelah memilih materi dan media yang tepat, diperlukan persiapan bagaimana dan berapa banyak waktu yang diperlukan untuk menggunakannya. Di samping praktik dan latihan menggunakannya, persiapan ruangan juga diperlukan seperti tata letak tempat duduk siswa, fasilitas yang diperlukan seperti meja peralatan, listrik, layar, dan lain-lain harus dipersiapkan sebelum penyajian.

(R)  Meminta tanggapan dari siswa. Guru sebaiknya mendorong siswa untuk memberikan respons dan umpan balik mengenai keefektivan proses belajar mengajar. Respons siswa dapat bermacam-macam, seperti mengulaagi fakta-fakta, mengemukakan ikhtisar atau rangkuman informasi/pelajaran, atau menganalisa alternatif pemecahan masalah/ kasus. Dengan demikian, siswa akan menampakkan partisipasi yang lebih besar.

(E)  Mengevaluasi proses belajar. Tujuan utama evaluasi di sini adalah untuk mengetahui tingkat pencapaian siswa mengenai tujuan pembelajaran, keefektivan media, pendekatan, dan guru sendiri.

Dalam penggunaan media pembelajaran harus ada penjelasan mengenai maksud dan tujuan pemilihan media pembelajaran. Hal yang harus diperhatikan adalah familiaritas media. Untuk memilih media mana yang harus digunakan dalam proses pembelajaran harus memperhatikan pada enam karakteristik :

  1. Ketetapan media pembelajaran yang akan di gunakan dengan standar kompetensi dan indikator suatu materi yang disajikan.
  2. Media yang dipilih harus dapat mendukung dan membentu terhadap isi materi pembelajaran.
  3. Media pembelajaran tersebut mudah di peroleh.
  4. Keterampilan guru sangat mendukung dalam menggunakannya
  5. Ketersediaan waktu untuk menggunakannya.
  6. Kesesuaian dengan taraf berfikir peserta didik.

Pembelajaran yang efektif memerlukan perencanaan yang baik. Media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran itu juga memerlukan perencanaan yang baik. Meskipun demikian, kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa seorang guru memilih salah satu media dalam kegiatannya dikelas atas dasar pertimbangan pemilihan media antara lainnya:

  1. Bermaksud mendemonstrasikannya seperti halnya pada kuliah tentang media.
  2. Merasa sudah akrab dengan media tersebut, misalnya seorang dosen yang sudah terbiasa menggunakan proyek transparansi
  3. Ingin memberi gambaran atau penjelasan yang lebih konkrit.
  4. Merasa bahwa media dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukannya, misalnya untuk menarik minat atau gairah belajar siswa.

Menurut Arif sadiman beberapa penyebab orang memilih media  sebagai berikut :

a.    Demonstration

Dalam hal ini media di gunakan sebagai alat untuk mendemostrasikan sebuah konsep, alat , kegunaan, cara mengoperasikan.

b.    Familiarity

Penggunaan media pembelajaran memiliki alasan mengapa ia menggunakan media, yaitu karena sudah terbiasa menggunakan media tersebut.

c.    Clarity

Guru menggunakan media ini agar lebih memperjelas pesan pembelajaran dan memberikan penjelasan yang lebih konkrit.

d.   Active Learning

Media dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukan oleh guru. Salah satu aspek yang harus di upayakan oleh guru dalam pembelajaran adalah siswa harus berperan secara aktif baik secara fisik , mental dan emosional.


2.2  Prosedur Pemilihan Media

          Ada beberapa langkah yang dapat ditempuh dalam pemilihan media pembelajaran. Pendapat Gagne dan Briggs yang dikutip oleh Mohammad Ali  (1984: 73) menyarankan langkah-langkah dalam memilih media pengajaran yaitu:

1)    Merumuskan tujuan pembelajaran,
2)    Mengklasifikasi tujuan berdasarkan domein atau tipe belajar,
3)    Memilih peristiwa-peristiwa pengajaran yang akan berlangsung,
4)    Menentukan tipe perangsang untuk tiap peristiwa,
5)    Mendaftar media yang dapat digunakan pada setiap peristiwa dalam pengajaran,
6)    Mempertimbangkan (berdasarkan nilai kegunaan) media yang dipakai.
7)    Menentukan media yang terpilih akan digunakan,
8)    Menulis rasional (penalaran) memilih media tersebut,
9)    Menuliskan tata cara pemakaiannya pada setiap peristiwa, dan
10)  Menuliskan script pembicaraan dalam penggunaan.media.

Selaras dengan hal tersebut, Anderson (1976) menyarankan langkah-langkah yang perlu ditempuh dalam pemilihan media pembelajaran, yaitu:

Langkah 1: Penerangan atau Pembelajaran

Langkah pertama menentukan apakah penggunaan media untuk keperluan informasi atau pembelajaran. Media untuk keperluan informasi, penerima informasi tidak ada kewajiban untuk dievaluasi kemampuan/keterampilannya dalam menerima informasi, sedangkankan media untuk keperluan pembelajaran penerima pembelajaran harus menunjukkan kemampuannya sebagai bukti bahwa mereka telah belajar.

Langkah 2: Tentukan Transmisi Pesan

Dalam kegiatan ini kita sebenarnya dapat menentukan pilihan, apakah dalam proses pembelajaran akan digunakan ‘alat bantu pengajaran’ atau ‘media pembelajaran’. Alat bantu pengajaran alat yang didesain, dikembangkan, dan diproduksi untuk memperjelas tenaga pendidik dalam mengajar. Sedangkan media pembelajaran adalah media yang memungkinkan terjadinya interaksi antara produk pengembang media dan peserta didik/pengguna. Atau dengan kata lain peran pendidik sebagai penyampai materi pembelajaran digantikan oleh media.

Langkah 3: Tentukan Karakteristik Pelajaran

Asumsi kita bahwa kita telah menyusun disain pembelajaran, dimana kita telah melakukan analisis tentang mengajar, merumuskan tujuan pembelajaran, telah memilih materi dan metode. Selanjutnya perlu dianalisis apakah tujuan pembelajaran yang telah ditentukan itu termasuk dalam ranah kognitif, afektif atau psikomotor. Masing-masing ranah tujuan tersebut memerlukan media yang berbeda.

Langkah 4: Klasifikasi Media

Media dapat diklasifikasikan sesuai dengan ciri khusus masing-masing media. Berdasarkan  persepsi dria manusia normal  media dapat diklasifikasikan menjadi media audio, media video, dan audio visual.   Berdasarkan ciri dan bentuk fisiknya media dapat dikelompokkan menjadi media proyeksi (diam dan gerak) dan media non proyeksi (dua dimensi dan tiga dimensi). Sedangkan jika diklasifikasikan berdasarkan keberadaannya, media dikelompokkan menjadi dua yaitu media yang berada di dalam ruang kelas dan media-media yang berada di luar ruang kelas.  Masing-masing media tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan bila dibandingkan dengan media lainnya.

Langkah 5: Analisis karakteristik masing-masing media.

Media pembelajaran yang banyak macamnya perlu dianalisis kelebihan dan kekurangannya dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.  Pertimbangan  pula dari aspek ekonomi dan ketersediaannya. Dari berbagai alternatif kemudian dipilih media yang paling tepat.


2.3  Silabus dan RPP

2.3.1 Silabus

a.  Pengertian Silabus

Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi , kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.

b.  Prinsip Pengembangan Silabus

  1. Ilmiah.  Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.
  2. Relevan.  Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spritual peserta didik.
  3. Sistematis. Komponen-komponen silabus  saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.
  4. Konsisten. Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian.
  5. Memadai.  Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.
  6. Aktual dan Kontekstual.  Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.
  7. Fleksibel.  Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.
  8. Menyeluruh.  Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor).

c.  Tahapan Pengembangan Silabus
  • Pertama, tahap Analisis
  • Kedua, tahap Perancangan
  • Ketiga, tahap Pelaksanaan/Penyusunan
  • Keempat, tahap evaluasi
  • Kelima, Perbaikan dan pemantapan
  • Tahap terakhir adalah melakukan penilaian terhadap silabus .

d. Komponen-Komponen Silabus

  • Standar Kompetensi adalah kualifikasi kemampuan miimal peserta didik yang menggambatkan kekuasaan sikap pengetahuan dan ketrampilan yang diharapkan dan sicapai tiap tingkatan dan semester untuk kelompok pelajaran tertentu.
  • Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalm pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indicator kompetensi.
  • Materi Pelajaran adalah pencapaian kompetensi dasar dengan menghubungkan potensi peserta didik, releavansi dengan karakteristik., daerah, tingkat pengembangan fisik, intelektual, emosional, social, spriritual pendidikan, kebermanfaatan bagi peserta didik, struktur keilmuan: Aktualisasi, kedalaman dan kekuasaan meteri pembelajaran, relevansi dengan kebutuhab peserta didikdan tuntunan lingkungan dan alokasi waktu.
  • Pengalaman belajar adalah pencapaian kompetesnsi dasar yang dirancang untuk memberikan pengalaman yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antara peserta didik dengan guru, lingkungan dan sumber belajar lainnya.
  • Indikator adalah prilaku yang dapat diukur dan atau observasi untuk menunjukkan ketercapaaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran Penilaian adalah pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indicator.
  • Alokasi Waktu adalah waktu pembelajaran efektif atau jumlah jam setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk semua mata pembelajaran termasuk muatan local, ditambah jumlah jam untuk kegiatan.
  • Media (sumber/bahan/alat) adalah kegiatan pembelajaran yang berupa media cetak dan elektronik, narasumer serta lingkungan fisik, alam social dan budaya

  

2.3.2  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Setelah silabus tersusun, langkah berikutnya adalah penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP merupakan penjabaran dari silabus. RPP disusun untuk setiap kali pertemuan oleh guru. Di dalam RPP tercermin kegiatan yang dilakukan guru dan peserta didik untuk mecapai kompetensiyang telah ditetapkan

a.    Pengertian RPP
Pengertian RPP, atau yang kita kenal dengan rencana program pembelajaran  adalah sebuah perangkat pembelajaran yang mendukung seorang guru dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.

b.    Tujuan dan Fungsi RPP
Tujuan rencana pelaksanaan pembelajaran adalah untuk: mempermudah  dan  memperlancar meningkatkan hasil proses belajar mengajar
Fungsi rencana pembelajaran adalah sebagai acuan bagi guru untukmelaksanakan kegiatan belajar mengajar (kegiatan pembelajaran) agar lebih terarah dan berjalan secara efektif dan efesien. Dengan kata lain renvcana pelaksanaan pembelajaran berperan sebagai skenario proses pembelajaran, oleh karena itu, rencana pelaksanaan pembelajaran hendaknya bersifat fleksibel dan memberi kemungkinan bagi guru untuk menyesuaikannya dengan respons siswa dalam proses pembelajaran sesungguhnya

c.     Komponen RPP

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar yang meliputi guru dan siswa yang saling bertukar informasi.

Tujuan pembelajaran adalah perilaku hasil belajar yang diharapkan terjadi, dimiliki, atau dikuasai oleh peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu.

Ø Materi ajar adalah segala bentuk materi yang digunakan untuk membantu guru/instruktor dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Materi yang dimaksud bisa berupa materi tertulis, maupun materi tidak tertulis.

Ø Metode pembelajaran merupakan suatu cara atau strategi yang dilakukan oleh seorang guru agar terjadi proses belajar pada diri siswa untuk mencapai tujuan

Ø Sumber belajar adalah  belajar adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh siswa untuk mempelajari bahan dan pengalaman belajar sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.

Ø Hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari tidak mengerti menjadi mengerti

   


2.4  Penyusunan Rencana Pemanfaatan Produksi Media dalam PBM

1.  Media dalam Proses Pembelajaran

Rencana pemanfaatan media pembelajaran merupakan salah satu komponen RPP seperti  tampak pada poin Sumber Belajar (Media Pembelajaran) , yakni Sumber Belajar (Media Pembelajaran)´. Pada poin ini hendaknya dilakukan analisis terhadap pertimbangan  pertimbangan pemilihan media sebagaimana telah dibahas pada bab terdahulu, yakni meliputi (1) deskripsi singkat tentang karakterisistik siswa; (2) analisis tujuan (meliputi kognitif, afektif, psikomotorik); (3) analisis bahan ajar yang biasanya menuntut berbagaiaktivitas siswa;(4)ketersediaan atau pengadaan media pembelajaran.


2.  Sifat Bahan Ajar

Isi pelajaran atau bahan ajar memiliki keragaman dari sisi tugas yang ingin dilakukan siswa. Tugas-tugas tersebut biasanya menuntut adanya aktivitas dari para siswanya. Banyak jenis aktivitas yang biasa dilakukan siswa di sekolah. Isi bahan ajar tidak cukup hanya menuntut aktivitas siswa.

Ada delapan aktivitas belajar siswa disekolah di antaranya :
  1. Visual Activities yang termasuk di dalamnya adalah membaca,memperhatikan demonstrasi, percobaan dan pekerjaan orang lain
  2. Oral Activities, seperti menyatakan, bertanya, member saran,mengeluarkan pendapat, mengadakan wawancara, diskusi, interupsi
  3. Listening Activities, sebagai contoh mendengarkan uraian, diskusi
  4. Writing Activities, seperti menulis poin-poin yang penting di dengarnya,menulis karangan
  5. Drawing Activities, seperti menggambar, membuat grafik, peta
  6. Motor Activities antara lain melakukan percobaan, membuat kontruksimodel, mereparasi, beternak, berkebun
  7. Mental Activities contoh : menanggapi, mengingat, memecahkan soal
  8. Emotional Activities seperti merasa bosan, berani, tenang, gugup

3.  Penentuan Sumber / BahanA jar

Untuk mensukseskan kurikulum 2004 berbagai cara dapat ditempuh. Penentuan bahan ajar merupakan salah satu wujudnya. Sumber bahan adalah rujukan, referensiatau literature yang digunakan, baik untuk menyusun silabus maupun buku yangdigunakan guru dalam mengajar Sumber bahan ini diperlukan agar dalam menyusunsilabus terhindar dari kesalahan konsep.

·      Bahan Ajar disusun untuk :

1.  Membantu siswa dalam mempelajari sesuatu
2.  Memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran
3.  Agar kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik
4.  Menyediakan berbagai jenis pilihan bahan ajar .


·      Bahan Ajar dapat dikelompokan menjadi beberapa kategori :
  1. Bahan Ajar cetak (Printed) yang meliputi : handout, buku, modul, lembar kerja siswa
  2. Bahan Ajar gambar (Audio) mencakup : kaset / piringan hitam
  3. Bahan Ajar pandang dengar (Audio Visual) yang meliputi: video, film, orang/narasumber
  4. Bahan Ajar interaktif yaitu multimedianya merupakan kombinasi dari dua atau lebihmedia yang penggunaannya dimanipulasi untuk mengendalikan perintah atau perilakualami dari suatu presentasi.

   


BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan

Media pembelajaran merupakan faktor penting dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Media pembelajaran sangat banyak macamnya, tentunya tidak digunakan sekaligus. Untuk itu perlu dipilih secara cermat, media mana yang lebih tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.  Pemilihan dan penggunaan suatu media pembelajaran harus melibatkan tenaga yang mampu, terampil dan profesional untuk memenfaatkannya di setiap lembaga pendidikan.  Biaya yang dibutuhkan juga harus tersedia dan terjangkau oleh lembaga pendidikan yang bersangkutan. Menurut Henich dan kawan-kawan (Arsyad Azhar, 2010:67) megajukan model perencanaan penggunaan media yang efektif yang dikenal dengan istilah ASSURE. (ASSURE adalah singkatan dari Analyze learner characteristics, State objective, Select, or modify media, Utilize, Require learner response, and Evaluate).

Rencana pemanfaatan media pembelajaran merupakan salah satu komponen RPP seperti  tampak pada poin Sumber Belajar (Media Pembelajaran) , yakni Sumber Belajar (Media Pembelajaran)´. Pada poin ini hendaknya dilakukan analisis terhadap pertimbangan  pertimbangan pemilihan media sebagaimana telah dibahas pada bab terdahulu, yakni meliputi (1) deskripsi singkat tentang karakterisistik siswa; (2) analisis tujuan (meliputi kognitif, afektif, psikomotorik); (3) analisis bahan ajar yang biasanya menuntut berbagaiaktivitas siswa;(4)ketersediaan atau pengadaan media pembelajaran.

Langkah-langkah yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media pembelajaran yaitu kegiatan penerangan atau pembelajaran,  Tentukan transmisi pesan,  Tentukan karakteristik pelajaran,  Klasifikasi media, dan Analisis karakteristik masing-masing media.  Betapapun baiknya media yang telah dipilih, bila tidak digunakan dengan baik tentunya tidak banyak manfaatnya. Dalam penggunaan media pembelajaran terdapat dua pola yang dapat dilakukan yaitu pola penggunaan di dalam kelas dan pola penggunaan di luar kelas. Adapun prosedur pokok yang dapat dilakukan dalam penggunaan media pembelajaran yaitu persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut.

3.2  Saran

Penulis menyadari di dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik maupun saran kepada para pembaca, demi kesempurnaan makalah ini di masa yang akan datang.


DAFTAR PUSTAKA

Nurhasnawati. 2011 . Media Pembelajaran . Pekanbaru : Yayasan Pusaka Riau

Azhar arsyad . 2010. Media Pembelajaran. Jakarta : PT Grafindo Persada

Arief S. Sadiman, dkk. (1990). Media Pendidikan (Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya). Jakarta: CV. Rajawali

Nana Sudjana dan Ahmad Rivai. (1991). Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru.

Sadirman, Arief S, dkk. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali





Artikel Terkait:

Comments
0 Comments

0 comments:

Posting Komentar

 

JADWAL SHALAT

PENGUNJUNG

CONTACT US


 
Cara Seo Blogger